Suara Perempuan: Pemecatan 51 Pegawai KPK Disenangi para Koruptor

Minggu, 30 Mei 2021 09:39

Putri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid, Anita Wahid menyampaikan aspirasi di gedung KPK. (Muhammad Ridwan/ JawaPos...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Putri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid, Anita Wahid menyesalkan pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko terkait polemik pemecatan 51 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anita mempertanyakan mengapa Moeldoko bisa melontarkan pernyataan keputusan Pimpinan KPK hingga Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang memecat 51 pegawai tidak bertolak belakang dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebab hasil keputusan Pimpinan KPK dalam rapat koordinasi dengan BKN, Kemenpan RB dan Kemenkumham menyatakan 51 orang dari 75 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat tidak lagi bisa dibina. Sedangkan 24 pegawai lainnya akan mengikutu tes ulang.

“Instruksi Presiden itu sudah sangat jelas mengatakan bahwa TWK itu tidak serta merta dijadikan dasar untuk memberhentikan, tetapi justru untuk perbaikan KPK. Nah kalau Kepala KSP meyakini bahwa hasil TWK berupa dipecatnya 51 orang dan 24 orang yang harus dibina itu adalah sebuah hasil yang akan membawa perbaikan, maka pertanyaan yang perlu kita ajukan adalah, perbaikan untuk siapa?,” kata Anita kepada JawaPos.com, Jumat (28/5).

Putri almarhum Gus Dur menyatakan, sebagian dari 75 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat itu merupakan orang-orang yang dinilai berintegritas. Mereka banyak menangani perkara-perkara besar yang menyengsarakan negara.

“Sebagian dari 75 orang itu jelas pendekar-pendekar OTT, pengusut kasus-kasus besar. Kalau disingkirkannya mereka dari KPK dianggap sebagai perbaikan, wajar kita bertanya perbaikan untuk siapa?

Bagikan berita ini:
3
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar