Yenny Wahid Sebut “Sakitnya” Garuda Indonesia Akibat Korupsi

Minggu, 30 Mei 2021 13:04

Yenny Wahid

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Garuda Indonesia sejak pandemi Covid-19 melanda kondisinya makin ‘sakit’ parah. Kondisi keuangan PT Garuda Indonesia Tbk juga masuk dalam kategori gawat darurat. Utangnya Rp70 triliun dan ekuitas minus Rp41 triliun. Kabar penawaran pensiun dini karyawan menyebar bahkan bakal dipercepat.

Komisaris Independen Garuda Indonesia Yenny Zannuba Wahid dalam cuitan di akun Twitter, @yennywahid meminta dukungan moril masyarakat agar maskapai kebanggaan Indonesia itu tidak dipailitkan.

Ia menyerukan Garuda sebagai national flag carrier bangsa ini harus diselamatkan secara bersama-sama. Sayangnya, kata putri Gus Dur itu, problem warisan Garuda besar sekali, mulai dari kasus korupsi sampai biaya yang tidak efisien.

“Garuda adalah national flag carrier kita. Harus diselamatkan. Mohon support & doanya,” seru Yenny Wahid dikutip pada Minggu (30/5/2021).

Yenny menjelaskan, Tahun 2019 Garuda membukukan keuntungan operasional US$ 19 juta, tapi tetap terbebani banyak utang, salah satunya sukuk yang jatuh tempo sebesar US$ 500 juta atau setara Rp 8,5 triliun.

“Sukuk diterbitkan jauh sebelum saya masuk (Garuda). Sukuk akhirnya berhasil direstrukturisasi. Doakan ya,” katanya.

Diakuinya, waktu ia didapuk sebagai Komisaris, utang Garuda sudah lebih dari Rp 20 triliun. Lalu pandemi tiba-tiba melanda, setiap terbang pasti rugi besar.

“Demi penumpang, kami terapkan social distancing meskipun biaya kami jadi dua kali lipat dengan revenue turun 90%. Sudah jatuh tertimpa tangga,” bebernya.

Bagikan berita ini:
8
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar