Anggaran Rp1,96 Miliar Tidak Dikembalikan, Ternyata Digunakan untuk Perjalanan Dinas

Senin, 31 Mei 2021 22:53

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Sulsel, Sulkaf S Latief (Foto: Selfi/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sisa anggaran tahun 2020 sebesar Rp1,96 miliar yang tidak dikembalikan ternyata banyak digunakan dalam pendanaan perjalanan dinas di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Sulsel, Sulkaf S Latief mengatakan, selain dari pajak, sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk perjalanan dinas. Untuk pajak kata dia, pada dasarnya sudah dilaporkan ke Dirjen Pajak cuma terlambat.

Setelah penyerahan LHP, BPK sendiri telah meminta pihak pemprov untuk mengembalikan uang itu dalam jangka waktu 2 kali 30 hari. Sehingga kata Sulkaf, masing-masing OPD yang bersangkutan akan disurati terkait temuan yang ada.

“Kalau yang kemarin itu pajak, menurut teman-teman DPRD sebenarnya sudah mi, cuma terlambat menyampaikan ke Dirjen Pajak,” katanya, Senin, (31//5/2021).

“Karena ini dalam rangka tindak lanjut, maka kami sudah bekerja mulai hari ini. Tadi juga mulai rapat dengan Pak Sekda. Kami akan menyurati semua secara resmi walaupun surat resminya masih kami buat tetapi kami sudah sampaikan ini temuanmu. Jadi itu semua dikembalikan. Memang seperti itu,” jelas Sulkaf.

Lebih lanjut, ia menyebutkan untuk di Dinas PUTR yang Rp14 juta rata-rata digunakan untuk perjalanan dinas. Begitupun dengan di Badan Penghubung Jakarta Rp155 juta rata-rata untuk perjalanan dinas, tetapi Rp18 juta di antaranya dari pajak.

Bagikan berita ini:
2
10
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar