Army of the Dead Laris, tapi…

Senin, 31 Mei 2021 13:57

Army of The Dead. (Netflix)

Kedua, tentu sekuel penuh. ’’Shay (Hatten, co-writer Army of the Dead) dan aku paham betul yang akan terjadi, dan itu sangat gila,’’ ungkap Snyder dalam konferensi pers virtual.

Sutradara Justice League tersebut menjelaskan, dirinya dan tim penulis punya sederet pertanyaan ’’bagaimana jika?’’. Sebagian di antaranya bakal dieksekusi di film kedua. ’’Ketika Vanderohe (Omari Hardwick) tergigit zombi dan terbang ke Meksiko, saat itulah kami berpikir ’inilah lanjutannya’,’’ terangnya.

Dalam wawancara dengan Forbes, produser Deborah Snyder berharap Army of the Dead menjadi film zombi segar yang bisa dinikmati.

Dia sadar, banyak aspek di filmnya yang tak ada, bahkan bertentangan, dari film genre zombi lainnya. ’’Kami ingin fans tertarik menggali lebih dalam pesan, mitologi, atau referensi budaya pop yang disampaikan di film ini. Kami ingin fans bertanya dan berdialog setelah nonton,’’ jelasnya.

Namun, rencana besar Snyder untuk merilis sekuel Army of the Dead bisa jadi terbentur rating penonton dan kritikus. Film artsy, gelap, dan penuh simbolisme khas Snyder membuat fans terbelah. Di IMDb, proyek itu mendapat skor 5,9. Banyak penonton yang memberi nilai 8–10. Namun, yang memberi nilai di bawah 4, bahkan 1, juga tak sedikit.

Di laman Rotten Tomatoes, kritikus film dan podcaster Damian Michaels menjelaskan, penonton Army of the Dead punya dua opsi jelas. Yakni, suka atau tidak suka, tanpa pilihan antara. ’’Dari 20 menit pertama nonton, kalian bisa menentukan suka atau nggak,’’ tuturnya. Di laman ulasan film tersebut, Army of the Dead mendapat skor 69 persen dari kritikus serta 75 persen dari ulasan audiens.

Bagikan berita ini:
3
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar