BMKG: Antisipasi Potensi Karhutla di Musim Kemarau 2021

Senin, 31 Mei 2021 22:54

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh pihak agar mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terlebih pada kemarau besar yang diperkirakan pada Juni sampai dengan Oktober 2021.

“Kalau kita bicara masalah ancaman karhutla, kita melihat dari seluruh sisi dari ancaman kemarau kecil dan ancaman kemarau besar di bulan Juni sampai dengan September dan Oktober,” ujar Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Herizal dalam acara Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang digelar secara virtual bertajuk bertajuk ” Tangkas Tangkal Kahutla”, Senin (31/5/2021).

Menurut dia, BMKG pun terus memonitor perkembangan cuaca dan iklim di Indonesia. Termasuk melakukan analisa dan menyampaikannya kepada masyarakat, serta stakeholder agar bisa memitigasi lebih awal potensi- potensi terjadinya karhutla.

Ia menjelaskan, pada 2021 masih terdapat area hotspot (titik panas) di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Kalimantan Barat yang mengalami peningkatan pada Februari. Namun pada Maret 2021 terjadi penurunan. Sedangkan di Provinsi Riau mengalami peningkatan hingga bulan Maret dan menurun pada April 2021.

Ia mengatakan, berdasarkan pantauan BMKG, kondisi kemarau pada April dan Mei 2021 curah hujan lebih tinggi dibanding curah hujan rata- rata normalnya. Hal ini membuat ancaman karhutla tahun 2020 cukup rendah karena iklimnya basah, yang membuat tinggi muka air gambut tidak menurun.

Bagikan berita ini:
4
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar