Dengar Curhat Soal Sulitnya Pembiayaan, Begini Solusi Menteri Koperasi dan UMKM

Senin, 31 Mei 2021 17:35

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengeluhkan sulitnya pembiayaan oleh perbankan. Keran kredit ditutup apalagi di masa Pandemi Covid-19.

Direktur CV Coconut International Indonesia, Hasriani bahkan curhat ke Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki.

Teten sendiri menghadiri pelepasan ekspor briket ke Timur Tengah, Senin, 31 Mei 2021. Pada kesempatan itu, Hasriani meminta agar pemerintah pusat bisa memperhatikan hal tersebut.

“Soal modal saja ini,” kata Hasriani.

Ia mengaku usaha briket-nya terpaksa ekspor tergantung dari kondisi modal saja. Padahal permintaan pasar sangat tinggi sekali.

“Paling banyak dari Timur Tengah seperti Arab dan Jordania. Jerman dan Rusia juga permintaanya tinggi. Tapi kami belum mampu penuhi,” ujarnya.

Satu kontainer nilainya 35.000 USD atau sekitar Rp500 juta. CV Coconut hingga kini hanya bisa memproduksi dua kontainer karena kapasitas mesin.

Padahal, kata Hasriani, satu buyer saja, bisa meminta hingga 10 hingga 20 kontainer. Itu dari Jerman.

Sayang terkendala ke produksi karena pembiayaan. Harusnya dengan nilai itu, perbankan tidak lagi ragu untuk memberi modal.

Sementara Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan sebenarnya pembiayaan banyak. Baik perbankan maupun koperasi simpan pinjam.

Beberapa perbankan bahkan over likuiditas karena peminjamnya sedikit. Yang masalah adalah mekanisme penyaluran ke UMKM.

Bagikan berita ini:
2
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar