Garuda Indonesia ‘Berdarah-darah’, Karyawan Diminta Pensiun Dini

Senin, 31 Mei 2021 10:08

ILUSTRASI. (int)

“Ini merupakan langkah berat yang harus ditempuh Perusahaan. Namun opsi ini harus kami ambil untuk bertahan di tengah ketidakpastian situasi pemulihan kinerja industri penerbangan yang belum menunjukan titik terangnya di masa pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.

Diketahui, Garuda Indonesia sejak pandemi Covid-19 melanda kondisinya makin ‘sakit’ parah. Kondisi keuangannya juga masuk dalam kategori gawat darurat. Utangnya Rp70 triliun dan ekuitas minus Rp41 triliun.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra sebelumnya mengatakan Garuda Indonesia akan melakukan pengurangan armada pesawat yang beroperasi, dari awalnya 142 pesawat menjadi hanya 70 pesawat saja.

Garuda disebut tidak dapat menerbangkan pesawat-pesawat itu karena belum melakukan pembayaran kepada penyewa pesawat selama berbulan-bulan. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
5
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar