Garuda Indonesia ‘Berdarah-darah’, Karyawan Diminta Pensiun Dini

Senin, 31 Mei 2021 10:08

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia tengah berupaya melakukan pemulihan kinerja usaha menjadikan Garuda Indonesia menjadi perusahaan yang lebih sehat serta adaptif menjawab tantangan kinerja usaha di era kenormalan baru.

Wujud upaya tersebut adalah menawarkan program Pensiun yang Dipercepat atau Pensiun Dini bagi karyawan Garuda Indonesia yang memenuhi kriteria dan persyaratan keikutsertaan program tersebut.

“Situasi pandemi yang masih terus berlangsung hingga saat ini, mengharuskan PT Garuda Indonesia melakukan langkah penyesuaian aspek supply and demand di tengah penurunan kinerja operasi imbas penurunan trafik penerbangan yang terjadi secara signifikan,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Garuda Indonesia, Mitra Piranti dalam keterangan resminya, Minggu (30/5/2021).

Mitra menyampaikan, program pensiun dini ini ditawarkan secara sukarela terhadap karyawan yang telah memenuhi kriteria. Kebijakan ini menjadi penawaran terbaik terhadap karyawan di tengah situasi pandemi saat.

Tentunya, kata Mitra, manajemen senantiasa mengedepankan kepentingan bersama seluruh pihak, dalam hal ini karyawan maupun Perusahaan.

Garuda Indonesia memastikan bahwa seluruh hak pegawai yang akan mengambil program tersebut akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku serta kebijakan perjanjian kerja yang disepakati antara karyawan dan Perusahaan.

Melalui program pensiun yang dipercepat tersebut, kata dia, pihaknya berupaya untuk memberikan kesempatan kepada karyawan yang ingin merencanakan masa pensiun sebaik mungkin, khususnya bagi mereka yang memiliki prioritas lain di luar pekerjaan, maupun peluang karir lainnya di luar perusahaan.

“Ini merupakan langkah berat yang harus ditempuh Perusahaan. Namun opsi ini harus kami ambil untuk bertahan di tengah ketidakpastian situasi pemulihan kinerja industri penerbangan yang belum menunjukan titik terangnya di masa pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.

Diketahui, Garuda Indonesia sejak pandemi Covid-19 melanda kondisinya makin ‘sakit’ parah. Kondisi keuangannya juga masuk dalam kategori gawat darurat. Utangnya Rp70 triliun dan ekuitas minus Rp41 triliun.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra sebelumnya mengatakan Garuda Indonesia akan melakukan pengurangan armada pesawat yang beroperasi, dari awalnya 142 pesawat menjadi hanya 70 pesawat saja.

Garuda disebut tidak dapat menerbangkan pesawat-pesawat itu karena belum melakukan pembayaran kepada penyewa pesawat selama berbulan-bulan. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
3
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar