Hasil Investigasi BPK, Kerugian Negara Kasus Korupsi PT Asabri Mencapai Rp22,78 Triliun

Senin, 31 Mei 2021 19:58

INT

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengumumkan hasil investigasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Nilai kerugian negara mencapai Rp22,78 triliun.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan nilai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi PT Asabri sebesar Rp22,78 triliun. Dikatakannya, angka kerugian tidak pernah berkurang.

“Angka tidak pernah berkurang, karena baru disampaikan saat ini, kalau berbeda wajar. Angka yang nyata dan pasti jumlahnya ada dalam laporan hasil pemeriksaan kerugian negara, jadi tidak pernah kurang,” katanya saat ekspos di Gedung Kartika Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (31/5).

Dikatakannya, pihaknya telah menyerahkan hasil pemeriksaan investigasi dalam rangka perhitungan kerugian negara (PKN) atas perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri tahun 2012-2019 ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dijelaskannya, BPK menerima dokumen permintaan investigasi PKN dari Kejagung pada 15 Januari 2021. Dan dokumen hasil investigasi PKN perkara Asabri telah disampaikan 27 Mei 2021.

Menurut dia, pemeriksaan investigasi dalam rangka PKN dilaksanakan berdasarkan standar pemeriksaan keuangan negara atau SPKN. Langkah tersebut merupakan patokan bagi seluruh pemeriksa pengelolaan keuangan dan tanggungjawab keuangan negara.

Pemeriksaan investigasi dalam rangka PKN ini dimaksudkan untuk memperjelas berkurangnya uang negara yang diakibatkan adanya perbuatan melawan hukum oleh pihak-pihak terkait.

Bagikan berita ini:
3
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar