HRS Divonis 8 Bulan Penjara, Novel Bamukmin: Bagaimana Kasus Kerumunan Jokowi dan Khofifah?

Senin, 31 Mei 2021 11:44

Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (27/5) menjatuhkan vonis 8 bulan penjara kepada Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Habib Rizieq agar dihukum 2 tahun penjara.

Merespons putusan itu, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, dirinya tidak menyetujui vonis hakim terhadap tokoh asal Petamburan tersebut.

“Sejatinya saya pribadi menolak,” kata Novel kepada JPNN.com, Minggu (30/5) malam.

Menurut Novel, vonis yang dijatuhkan hakim kepada Habib Rizieq ada kaitanya dengan politik.

“Jelas itu sarat kepentingan politik,” ujar Novel.

Novel yang juga berprofesi sebagai pengacara ini menyinggung kasus kerumunan yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hanya berujung permintaan maaf saja.

“Kalau Khofifah Gubernur Jatim tidak diproses dan bebas karena minta maaf maka HRS harus bebas karena sudah minta maaf bahkan bayar denda Rp50 juta,” ucap Novel.

Selain itu, Novel juga menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering menyebabkan kerumunan bersama rakyatnya.

“Jokowi dan pelanggar prokes yang lain harus dipenjara delapan bulan serta denda Rp20 juta,” tutur Novel.(jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
10
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar