Irak Memanas Menjelang Pemilihan Parlemen

Senin, 31 Mei 2021 21:58

Tentara AS diterbangkan dari Irak ke fasilitas medis AS di Jerman dan Kuwait untuk evaluasi lebih lanjut dari gejala sep...

FAJAR.CO.ID — Menjelang Pemilihan Parlemen yang akan berlangsung pada bulan Oktober mendatang, situasi kemanan di Irak kembali bergejolak. Penculikan dan pembunuhan terhadap aktivis di Provinsi Karbala dan Najaf, berikut ancaman bom mobil dan motor yang diarahkan kepada tokoh-tokoh partai politik sejak sebulan terkahir memicu terjadinya demontrasi di beberapa wilayah. Pendemo menuntut pemerintah segera mengusut tuntas pelaku pembunuhan, peculikan dan pengeboman tersebut. 

Pada tanggal 23 Mei 2021 Imad Al-Aqili, seorang aktifis di Provinsi Nasiriyah selamat dari upaya pembunuhan setelah sebuah bom dipasang di mobilnya. Bom tersebut akhirnya diledakkan dari jarak jauh tepatnya di sekitar Kawasan Masjid Agung Faleh Pasha, sementara kondisi Imad Al-Aqili dilaporankan stabil. Peristiwa ini terjadi 2 minggu sejak terjadinya pembunuhan terhadap aktivis Ihab Al-Wazni di Karbala.

Sebagai respon dari tuntutan para pendemo, maka pasukan keamanan Irak pada tanggal 26 Mei 2021 menangkap komandan senior milisi Qasim Muslih terkait masalah terorisme. Muslih ditangkap di Baghdad karena ditengarai terlibat dalam beberapa serangan termasuk serangan baru-baru ini di pangkalan udara Ain al-Asad, yang menampung AS dan pasukan internasional lainnya. Muslih juga dicurigai menjadi dalang dari beberapa aksi penculikan dan pembunuhan aktivis, serta beberapa serangan terhadap tokoh-tokoh partai politik. Dalam seminggu terakhir, terdapat 48 peristiwa pembunuhan dan lebih dari 20 pengunjuk rasa belum diketahui nasibnya.

Bagikan berita ini:
4
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar