Isu Jabatan Presiden 3 Periode, Syarief Hasan Bilang Seperti Ini

Senin, 31 Mei 2021 18:49

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK :Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan melakukan kunjungan ke kediaman Pres...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menanggapi isu perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode yang kembali digulirkan oleh beberapa pihak.

Menurutnya, isu perubahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode akan mengganggu iklim demokrasi dan konstitusi di Indonesia.

Syarief Hasan menjelaskan, masa jabatan yang terlalu lama berpotensi menuju pada kekuasaan yang absolut dan merusak.

“Berbagai kajian akademis menyebutkan bahaya dari kekuasaan yang absolut. Power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely, bahwa kekuasaan cenderung korup, kekuasaan mutlak benar-benar merusak,” kata Syarief Hasan, Senin (31/5).

Menurut Syarief Hasan, isu perubahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode tidak seharusnya terus digulirkan oleh pihak-pihak tertentu.

“Kami tentu sepemahaman dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa tidak perlu adanya perubahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode untuk menjaga iklim demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini pun dengan tegas menyampaikan penolakannya terhadap isu penambahan masa jabatan tersebut.

“UUD NRI 1945 dengan tegas hanya membatasi sebanyak dua periode untuk mencegah pada potensi jebakan kekuasaan yang terlalu lama dan berpotensi merusak demokrasi,” jelasnya.

Syarief Hasan juga menyebutkan, masa jabatan yang dibatasi hanya 2 periode adalah bentuk koreksi atas sejarah kekuasaan absolut di masa lalu yang tidak boleh terulang kembali.

Bagikan berita ini:
3
3
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar