Ketua AMK Sulsel Sebut Imam Fauzan Anut Paham Meritokrasi, Aras Sekretaris?

Senin, 31 Mei 2021 20:35

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Imam Fauzan Amir Uskara hampir pasti menduduki jabatan Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan. Pemuda 25 tahun itu menjadi satu-satunya calon Ketua DPW PPP Sulsel yang masuk di jajaran tujuh anggota formatur.

Satu calon lainnya sudah tersingkir, yakni petahana Muhammad Aras. Legislator Senayan itu tidak masuk formatur. Sementara Fauzan kompak didorong oleh lima dari tujuh anggota formatur dari perwakilan DPC.

Ketua Angkatan Muda Ka’bah Sulsel (organisasi sayap PPP), Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ) menyebut sesuai amanat Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Sulsel, Sabtu 22 Mei lalu, formatur diberi tenggat waktu paling lambat 20 hari menyusun kepengurusan definitif DPW PPP Sulsel.

“Deadline paling lambat 20 hari setelah Muswil, sesuai kesepakatan. Progresnya (menyusun pengurus) sudah 90 persen,” beber RTQ kepada fajar.co.id, Senin (31/5/2021).

RTQ memastikan, Fauzan bersama tim formatur lainnya akan mengakomodir dan menyatukan semua golongan di partai berlambang ka’bah tersebut. Baik golongan sepuh maupun kalangan milenial.

“Rencana Imam Fauzan mengkombinasikan antara kader muda dan senior pada struktur kepengurusannya patut didukung. Karena kami kader muda juga diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin di partai. Karena jika kami hanya diikutkan dalam pengambilan keputusan tapi aspirasi kami tidak diakomodir, maka itu sama saja bohong,” ungkap Anggota DPRD Kota Makassar itu.

Komposisinya 60 persen kader senior, 40 persen kader muda. Di dalamnya Imam Fauzan akan mengakomodir kader wanita sebanyak 30 persen.

“Sekretaris akan diisi oleh golongan senior. Itu adalah bentuk penghargaan Imam Fauzan terhadap kader senior,” terangnya.

Karena menurutnya, Imam Fauzan yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel itu menganut paham meritokrasi. Artinya milenial memberikan ruang terhadap tokoh sepuh yang pernah berkontribusi, berpengalaman, memiliki jam terbang tinggi, serta berprestasi untuk membantunya membesarkan partai.

“Paham meritokrasi ini sesuai dengan petunjuk ketua umum Suharso Monoarfa,” katanya.

Lalu siapa figur ideal yang bakal didapuk sebagai Sekretaris PPP Sulsel nantinya? Siapapun bisa, jawab RTQ.

Saat ditanya peluang Muhammad Aras mengisi jabatan tersebut, RTQ menyebut siapapun berpeluang. Namanya juga politik penuh dinamika. Kapan saja bisa berubah. Apapun bisa terjadi.

“Kita tunggu saja keputusan ketua formatur. (Aras) bisa-bisa saja, kemungkinan (sekretaris). Apa yang tidak bisa di politik, semua akan bergulir. Kita lihat nanti. Tapi jika ternyata nanti SK bukan menunjuk Aras, itu namanya dinamika politik. Ya kalau ketua sudah hampir pasti Imam Fauzan dong,” cetusnya.

Jika nantinya, Imam Fauzan diamanahkan memimpin partai ka’bah di Sulsel, ia mematok target tinggi. Salah satunya meningkatkan jumlah kursi di DPRD Sulsel maupun DPRD kabupaten/kota di Sulsel. Pada periode 2019-2024, PPP hanya meraup enam kursi di DPRD Sulsel.

Tak tanggung-tanggung, putra elit PPP Amir Uskara itu menargetkan 9 kursi di DPRD Sulsel pada Pileg 2024 mendatang. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
2
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar