Pak Ogah Menjamur, Pemerintah Tidak Ada Solusi Konkret

Senin, 31 Mei 2021 19:51

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Persoalan pak ogah masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Makassar. Belum ada solusi konkret untuk mengatasinya.

Keberadaan pak ogah dianggap cukup menganggu, lantaran kerap memperlambat arus jalan alih-alih mengurai lalu lintas. Selain itu dalam beberapa kasus mereka kerap melakukan pengrusakan kendaraan saat tak mendapatkan tip dari pengendara.

Penindakan pun sudah kerap dilakukan oleh tim gabungan pemkot, hanya saja minimnya penanganan komprehensif membuat mereka tetap kembali ke jalan.

Pemerintah kota dibantu provinsi juga sebelumnya telah mewacanakan adanya regulasi khusus untuk mereka, namun hingga saat ini belum ada progres berarti.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar Mario Said mengatakan belum mengetahui tindak lanjut dari regulasi tersebut, pasalnya sesuai dengan wacana awal, ada tim khusus yang dibentuk bersama dishub provinsi untuk merampungkan Perwali tersebut.

“Saya belum tau tindak lanjutnya, kita sudah pernah beberapa kali rapat terkait hal ini,” ujar Mario singkat, Senin (31/5/2021).

Selain itu Persoalan Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) sebagai solusi komprehensif juga belum disediakan oleh pemerintah kota, Mario mengatakan hal ini menjadi persoalan utama lantaran keberadaannya diklaim mampu mengurangi jumlah Pak Ogah.

Pengadaannya kata dia sudah beberapa kali dibahas, dimana rencana akan diadakan oleh pemkot pada tahun 2021 ini, namun dari postur anggaran 2021, pemkot sama sekali belum menyisihkan anggarannya ke sana.

Bagikan berita ini:
4
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar