Penggunaan AstraZeneca Dibolehkan, TNI dan Polda akan Divaksin Juni

Senin, 31 Mei 2021 12:22

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Penggunaan Vaksin AstraZeneca bets CTMAV 547 yang sempat disetop sementara, kini sudah dapat digunakan kembali.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kabid Dokes (Polda Sulsel) dan Kakesdam (Kodam XIV Hasanuddin) di Sulawesi Selatan untuk pelaksanaan penggunaan AstraZeneca bagi kalangan di TNI dan Polda.

Penggunaan 3210 vaksin AstraZeneca yang ada di gudang penyimpanan Dinas Kesehatan ditarget paling lambat Juni mendatang untuk jatah vaksin 1210 bagi TNI dan 2000 untuk Polda.

“Jumlah AstraZeneca yang ada 3210. Untuk TNI 1210 dan untuk Polda 2000.Dalam waktu cepat digunakan. Kita masih diskusikan. Secepat-cepat itu nda sampai satu bulan,” kata Ichsan, ketika ditemui du Kantor Gubernur, Senin, (31/5/2021).

Untuk teknis kata Ichsan, nantinya akan diserahkan ke masing-masing pelaksana vaksinasi. Pada intinya kata dia, teknisnya hampir sama dengan vaksin Sinovac.

“Teknisnya itu kita akan serahkan di tempat-tempat dimana kami laksanakan vaksinasi, fasilitas kesehatan. Kemudian tentu teman-teman dari TNI – Polri akan menetapkan dimana tempatnya. Mengatur siapa yang akan divaksin,” jelasnya.

Sebelumnya, PPOMN telah menerbitkan Laporan Pengujian vaksin COVID-19 AstraZeneca bets CTMAV 547 pada Selasa (26/5/2021) lalu.

Dalam laporan itu disimpulkan bahwa toksisitas abnormal dan sterilitas vaksin Covid-19 AstraZeneca bets CTMAV 547 memenuhi syarat mutu dan aman digunakan. Pengujian ini dilakukan di PPOMN BPOM untuk mengetahui korelasi antara kualitas vaksin dengan efek samping yang dilaporkan. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
3
7
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar