Sosok Insinyur Cantik Asal Indonesia, Spesialis Autopilot dalam Pembuatan Mobil Tesla

Senin, 31 Mei 2021 13:44

Moorissa Tjokro (istimewa)

Morissa menuturkan pekerjaan di Tesla ini dianggap paling sulit selama ia berkiprah sebagai insinyur.

“Beberapa minggu lalu saya ditarik untuk bekerja bikin full self driving atau autonomous sistem level lima, jadi kita tidak perlu injak gas atau rem, bisa menikung, terus tidak hanya bisa digunakan di jalan tol saja. Jadi mobilnya kerja sendiri. Dan ini benar-benar susah banget,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, profesinya itu juga dikatakan tidak hanya menguras pikiran, melainkan juga waktu. Ia bisa bekerja 60 hingga 70 jam selama sepekan.

“Ya kerja jadi lebih banyak dari jam 10 pagi sampai 12 malam itu biasa. Di tim saya di autopilot 60-70 jam seminggu itu sangat normal,” katanya.

Jumlah wanita yang memiliki gelar sarjana bidang teknik daam 20 tahun terakhir memang dinilai meningkat, namun berdasarkan data National Science Foundation di Amerika Serikat menyatakan jumlahnya masih berada di bawah insinyur laki-laki.

Organisasi nirlaba American Association of University Women yang bergerak memajukan kesejahteraan perempuan melalui advokasi, pendidikan, dan penelitian juga menyebut jumlah perempuan yang bekerja di bidang STEM hanya 28 persen.

Organisasi itu juga menyatakan kesenjangan gender masih tinggi pada beberapa pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat dan dengan gaji yang tinggi pada masa depan, seperti di bidang ilmu komputer dan teknik atau engineering.

Bagikan berita ini:
4
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar