Sosok Insinyur Cantik Asal Indonesia, Spesialis Autopilot dalam Pembuatan Mobil Tesla

Senin, 31 Mei 2021 13:44

Moorissa Tjokro (istimewa)

Jumlah wanita yang memiliki gelar sarjana bidang teknik daam 20 tahun terakhir memang dinilai meningkat, namun berdasarkan data National Science Foundation di Amerika Serikat menyatakan jumlahnya masih berada di bawah insinyur laki-laki.

Organisasi nirlaba American Association of University Women yang bergerak memajukan kesejahteraan perempuan melalui advokasi, pendidikan, dan penelitian juga menyebut jumlah perempuan yang bekerja di bidang STEM hanya 28 persen.

Organisasi itu juga menyatakan kesenjangan gender masih tinggi pada beberapa pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat dan dengan gaji yang tinggi pada masa depan, seperti di bidang ilmu komputer dan teknik atau engineering.

Hal tersebut dibenarkan Morrissa. dia berkata di dari 100 insinyur di Tesla hanya ada enam wanita.

“Di tempat saya ada enam orang dari 110 engineer dan dua produk manajer. Saya tidak tau statistik di luar atau di luar Tesla. Tapi 3-4 persen di otomotif mungkin sangat rendah,” ucap dia.

Morissa tidak mengetahui pasti mengapa statistik perempuan yang terlibat dalam di dunia teknik, khususnya otomotif, terbilang masih sangat rendah. Namun ia berharap ada dukungan sehingga perempuan terus maju.

Bagikan berita ini:
9
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar