Instruksi Menteri Koperasi Soal Kredit UMKM Diapresiasi Pengusaha

Selasa, 1 Juni 2021 09:04

Teten Masduki

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam kunjungan kerjanya ke Makassar berkomitmen terus mendorong ekspor UMKM. Untuk mewujudkannya perlu sinergi semua pihak.

Mulai dari perbankan lewat Himbara, Pemda, BUMN, dan pemerintah pusat. Saat ini kata dia, ekspor UMKM masih 14 persen dari volume ekspor nasional dan ditargetkan mencapai 17 persen pada 2024.

Teten juga memaparkan, KemenkopUKM terus mempersiapkan ekosistem yang mendukung UMKM go global. Ikhtiar itu dilakukan mulai dengan pembinaan UMKM lewat pendampingan model inkubasi.

“Pendampingan dilakukan secara profesional mulai dari peningkatan produksi, kurasi sampai dapat sertifikasi yang dibutuhkan di negara tujuan ekspor,” tegas Teten di sela acara pelepasan ekspor briket tempurung kelapa ke Arab Saudi dan Jordania dari Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/5/2021).

Selain itu, MenkopUKM juga mendorong perbankan menyalurkan pembiayaan bagi UMKM dengan porsi yang lebih besar. Penyaluran kredit dari perbankan kepada UMKM baru mencapai 19,8 persen. Jumlah ini masih sangat rendah dari porsi kredit ideal 30 persen kepada UMKM.

Teten mengharapkan perbankan dapat mengubah pendekatan penyaluran kredit dari pendekatan aset ke cashflow.

“Bank harus berubah, untuk menyalurkan kredit jangan lagi hanya mengutamakan pendekatan aset lihat juga track record cashflow. Buat apa aset banyak kalau cashflow rendah,” tegas Teten.

Menteri Teten sangat mengharapkan tidak ada UMKM yang terganjal pembiayaan untuk meningkatkan produksi dan ekspor.

Dikatakan Menteri Teten, pemerintah melalui kebijakan KUR terus menyalurkan kredit yang lebih besar kepada UMKM.

Kebijakan KUR bagi kredit mikro juga semakin dipermudah dengan meningkatkan nilai kredit tanpa agunan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta.

Bahkan kelak, lewat KUR dapat menyalurkan kredit hingga Rp20 miliar bagi UMKM. Di samping itu, ada LPDB yang juga mendukung pembiayaan untuk koperasi produksi.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan mengapresiasi langkah pemerintah dalam upayanya menggerakkan perekonomian di sektor UMKM.

UMKM menjadi sektor usaha terbesar dan penopang ekonomi yang kuat di masa pandemi saat ini. Atensi terhadap UMKM pun juga perlu ditingkatkan.

Apindo berharap, penambahan jumlah modal KUR bisa memberikan keleluasaan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

Dari sisi penyaluran dan calon penerima KUR juga tak lepas dari perhatiannya.

“Memang dari segi penyaluran dan calon penerima ini yang perlu oleh perbankan tidak terlalu dihantui akan kredit macet sehingga fasilitas ini bisa dinikmati oleh pelaku usaha kecil untuk bisa mengembangkan usahanya menjadi pengusaha yang bisa naik kelas di bidangnya,” papar Sekretaris Apindo Sulsel, Yusran Ib Hernald. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
6
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar