Kaipang Bingky

Selasa, 1 Juni 2021 08:05

Disway

Oleh: Dahlan Iskan

“Beliau itu Kaipang. Temannya banyak, tapi uangnya tidak ada.

Julukan ”Kaipang” itu datang dari istrinya sendiri: Ny Bingky Irawan.

Saya menelepon Ny Bingky dari Jakarta. Kemarin sore. Saya mengucapkan duka cita jarak jauh. Bingky Irawan meninggal dunia kemarin pagi. Setelah tiga hari di rumah sakit.

Salah satu teman Bingky yang banyak itu, Anda sudah tahu: Gus Dur –Kiai Haji Abdurrahman Wahid, presiden ke 4 Republik Indonesia.

Nama Bingky top se-Indonesia tahun 1990-an. Yakni ketika Bingky memperjuangkan perkawinan secara Konghucu. Yang selama Orde Baru dilarang.

Waktu itu pasangan Budi-Lany tidak mau kawin kalau tidak secara Konghucu. Itu tahun 1995. Yakni di Kelenteng Boen Bio, Jalan Kapasan Surabaya.

Ketika perkawinan itu didaftarkan ke catatan sipil, Budi diminta membawa rekomendasi dari Kanwil Departemen Agama Jatim. Kanwil hanya mau memberi rekomendasi perkawinan lima agama yang diakui: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Budi lantas menggugat ke PTUN Surabaya. Ditolak. Lalu naik banding ke pengadilan tinggi Jatim. Ditolak.

Bingky, sebagai Ketua Konghucu Jatim, tampil di depan. Gus Dur –yang ketika itu Ketua Umum PB NU –mendukung Bingky. Total. Bahkan sampai hadir di pengadilan. Untuk menjadi saksi.

Budi Widjaya, kini berumur 59 tahun. Rumah tangganya bersama Lany sudah 27 tahun. Anaknya tiga orang. Yang sulung sekolah desain grafis di Singapura. Yang kedua kuliah pendidikan di Hongkong. Yang bungsu masih SMA di Surabaya.

Bagikan berita ini:
4
10
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar