Ngotot Gelar Pelantikan ASN KPK, ICW Sebut Bentuk Arogansi Firli Bahuri Cs

Selasa, 1 Juni 2021 15:00

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) berpandangan pelantikan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan digelar pada Selasa (1/6) merupakan bentuk nyata dari arogansi Pimpinan KPK. Sebanyak 1.271 pegawai KPK akan dilantik menjadi ASN.

“Bagaimana tidak, sejumlah peraturan perundang-undangan mulai dari UU 19/19 dan PP 41/20 ditabrak begitu saja. Selain itu, putusan Mahkamah Konstitusi pun dihiraukan,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Selasa (1/6).

Bahkan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar tes wawasan kebangsaan (TWK) tidak jadi dasar pemecatan pegawai KPK dianggap angin lalu oleh Pimpinan KPK. Potret pelanggaran etika atas pertanyaan dalam TWK yang diajukan kepada sejumlah pegawai juga tidak digubris.

“Melihat hal ini semakin jelas dan terang benderang bahwa TWK ini hanya sekadar dijadikan alat oleh Pimpinan KPK dan kelompok tertentu untuk kebutuhan agenda di luar lingkup pemberantasan korupsi,” cetus Kurnia.

Oleh karena itu, ICW mendesak agar Presiden Jokowi segera mengeluarkan surat keputusan untuk mengangkat 75 pegawai yang sedianya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Untuk diketahui, pelantikan pegawai KPK ini tetap digelar, meski ada ratusan pegawai lembaga antirasuah yang lulus TWK meminta Ketua KPK Firli Bahuri menunda pelantikan. Tetapi justru permintaan penundaan pelantikan itu tidak didengar.

Bagikan berita ini:
7
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar