Pancasila Harus Dibuktikan di Kehidupan Nyata, Bukan Hanya Jargon dan Retorika

Selasa, 1 Juni 2021 18:14

Haedar Nashir

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bangsa Indonesia rutin memperingati 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Apakah Pancasila semakin diwujudkan dalam praktik hidup berbangsa dan bernegara?

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menjabarkan, jawaban atas pertanyaan ini penting agar semua pihak membumikan Pancasila secara nyata dan tidak berhenti pada teori dan seremonial semata.

Itu agar tidak merasa telah menjalankan Pancasila karena sudah bikin perayaan dan pernyataan tentang Pancasila.

“Para elite dan warga bangsa dituntut benar-benar mempraktikkan Pancasila sebagai dasar ideologis dalam kenyataan kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Haedar Nashir dalam cuitannya di Twitter, Selasa (1/6/2021).

Artinya, kata dia, segenap elite dan warganegara Indonesia semakin Berketuhanan Yang Maha Esa, Berperikemanusiaan yang adil dan beradab.

Berpersatuan Indonesia, Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesi.

“Kata “ber” menunjukkan kata kerja, artinya Pancasila dijadikan praktik nyata dalam berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kalau kehidupan kebangsaan jauh dari ketuhanan sebagaimana menjadi praktik hidup beragama di tubuh bangsa ini, apalagi sampai alergi agama dan anti ketuhanan.

Bila masih terdapat kekerasan, penindasan, serta kondisi ketidakmanusiawian, ketidakadilan, dan tidak berkeadaban.

Jika kehidupan bersama dalam kebangsaan centang perenang, kehidupan antar elite dan warga terpecah belah, juga antar daerah dan suku bangsa.

Bagikan berita ini:
8
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar