Protes Letjen Dudung Jadi Pangkostrad, PA 212: Penista Agama Malah Dapat Posisi Penting

Selasa, 1 Juni 2021 08:11

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengomentari promosi Dudung Abdurrachman dari Pangdam Jaya menjadi Pangkostrad. Kini Dudung berpangkat Letjen TNI AD.

Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurachman disebut naik jabatan karena berani menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab.

Menurut Novel Baswedan, negara ini telah salah memberi promosi ke orang-orang yang telah berkhianat terhadap bangsa dan Pancasila.

“Oknum-oknum itulah menjadi pemecah belah anak bangsa, karena sejatinya ulamalah perumus Pancasila dan mewariskan kepada anak bangsa untuk dijaga dan diamalkan,” kata Novel, Senin (31/5).

Dia mengatakan di era pemerintahan Jokowi, ulama justru menjadi pesakitan, salah satunya adalah Habib Rizieq.

“Justru saat ini ulama menjadi pesakitan sampai-sampai balihonya diturunkan oleh oknum oknum TNI,” kata Novel.

Tugas tersebut, tegasnya, seharusnya dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja.

“TNI tupoksinya bukan seperti itu karena turun derajat,” imbuh Novel.

Dia menambahkan jika perbuatan TNI turun derajat, maka pimpinannya harus diturunkan juga.

“Seharusnya diturunkan juga jabatannya bukan malah diangkat, tetapi ini rezim aneh luar biasa para tokoh pelaku yang diduga penista agama malah dapat posisi penting,” tegas Novel.

Dudung diketahui mendapatkan promosi jabatan menjadi Pangkostrad dari posisi sebelumnya Pangdam Jaya. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
8
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar