Anies Baswedan Banggakan Predikat WTP, Ferdinand Ingatkan Kasus Gubernur Sulsel NA

Rabu, 2 Juni 2021 15:47

Anies Baswedan dan Ferdinand Hutahaean (Instagram)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2020.

Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean pun mengingatkan jika predikat WTP dari BPK bukan jaminan bebas korupsi.

Dia menyebutkan contoh kasus dugaan korupsi yang melilit Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah. Diketahui Sulsel meraih 10 kali predikat WTP, meski di tahun 2021 ini turun menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Tak hanya itu, NA juga penerima penghargaan anti korupsi dari Bung Hatta Anti-Corruption Award (P-BHACA) saat masih menjabat bupati Bantaeng.

“Saya jadi ingat Gub Sulsel NA yang ditangkap KPK adalah penerima penghargaan dari KPK,” kata Ferdinand di akun Twitternya.

Mantan kader Partai Demokrat itu pun membeberkan sejumlah dugaan korupsi yang terjadi di DKI Jakarta.

“BPK juga yang mengaudit ada kelebihan bayar pada proyek Damkar, PLTS dan ada uang hangus pada program odong2 Formula E. Ada Korupsi rumah DP 0% juga atas audit BPK. Jadi tak usah beretorika tetang WTP lucu-lucuan ini,” sebut Ferdinand.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan pencapaian predikat WTP selama empat tahun berturut-turut.

“WTP 4 tahun berturut-turut! Kini WTP jadi tradisi bagi DKI Jakarta. Alhamdulillah, Pemprov DKI Jakarta berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari @BPKRI atas laporan keuangan tahun 2020,” sebutnya. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
10
6
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar