Antisipasi Covid-19 Varian India, Menko PMK Apresiasi Pemkab Cilacap

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian baru B.1617.2 atau varian India.

“Kesimpulannya bisa dipastikan penanganannya sudah sangat baik. Mudah-mudahan varian baru yang kemarin sempat mendarat di Cilacap bisa segera kita atasi,” ungkap dia dalam keterangan tertulis, Selasa (1/6).

Muhajir menjelaskan, 13 anak buah kapal (ABK) asal Filipina dipastikan terpapar Covid-19 varian India. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian India dari para ABK, Pemkab Cilacap telah melakukan tracing terhadap 700 orang dari tenaga kesehatan hingga keluarganya.

Hasilnya sekitar 9 persen di antaranya positif Covid-19. Mereka saat ini sedang menjalani proses penyembuhan. “Sedangkan ABK yang meninggal satu orang karena yang bersangkutan ketika datang sudah dalam kondisi parah dan komorbid, sedangkan yang lain semuanya dalam kondisi sehat,” jelas Muhajir.

Melihat hal tersebut, Pengiat Sosial Mochammad Ibnu Suyatma menilai penangganan kasus Covid-19 di Indonesia sudah cukup baik. Namun, masyarakat perlu waspada dengan adanya varian baru Covid-19 yang sudah ditemukan di beberapa daerah.

“Konon katanya, varian ini lebih ganas, berbahaya, bahkan penularannya lebih cepat dari yang sudah ada. Pemerintah dalam hal ini perlu menyiapkan strategi khusus dalam mengantisipasi lonjakan kasus. Jangan sampai hal yang sama terjadi seperti di India,”

Kebijakan pemerintah melakukan penanganan Covid-19 dengan memaksimalkan testing, tracing, dan treatment atau 3T, menurut dia sudah cukup baik. Hal ini harus diiringi dengan adanya kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Artinya, masyarakat harus saling bahu- membahu dan gotong royong dalam memberantas virus corona. “Saya rasa kebijakan yang telah dibuat, pemerintah saya rasa sudah cukup baik dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Pemerintah membuat kebijakan, masyarakat mengikuti anjuran dan taat terhadap protokol kesehatan yang berlaku,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, terdapat 14 ABK asal Filipina di Cilacap yang terpapar Covid varian India. Satu di antaranya meninggal dunia saat dirawat di RSUD Cilacap.

Selain itu, sebanyak 48 tenaga kesehatan (nakes) RSUD Cilacap juga diduga terpapar Covid-19 dari para ABK saat dalam perawatan. Berdasarkan hasil tracing, 8 orang kontak erat dengan nakes tersebut juga dilaporkan terpapar Covid-19. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan