Dugaan Markup Penggunaan Dana BOS, Pejabat Disdikbud Pinrang Saling Tunjuk

Rabu, 2 Juni 2021 07:51

Dana BOS

FAJAR.CO.ID PINRANG — Pejabat di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pinrang masih bungkam soal dugaan markup dana penggandaan soal ujian. Mereka yang terindikasi terkait, justru menunjuk orang lain.

Untuk diketahui beberapa pejabat di Disdikbud Kabupaten Pinrang, telah dipanggil oleh Kejari untuk dilakukan pemeriksaan. Mereka adalah orang-orang yang punya posisi strategis. Yakni Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Disdikbud Kabupaten Pinrang, Muzakkir, itu enggan menjawab, saat ditanya mengapa pihaknya tidak menegur atau mewanti-wanti para kepala sekolah, jika biaya Rp25 ribu dana BOS per siswa yang digunakan tersebut, nilainya justru berlebih.

Ia juga tidak menjelaskan, siapa sebetulnya yang mematok standar biaya atau nilai yang mesti ditarik dari dana BOS, untuk selanjutnya digunakan untuk menggandakan soal ujian tersebut.

“Kabid Dikdas yang punya tupoksi itu dan MKKS SMP,” beber Muzakkir kepada FAJAR tadi malam.

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Abdul Malik, juga bungkam terkait adanya dugaan markup dari penggunaan dana bos itu. Ia berdalih jika dirinya belum menjabat diposisinya pada waktu itu.

“Saya belum kepala bidang. Masih Pak Darmin dulu waktu itu,” katanya singkat mengakhiri pembicaraan.

Perlu diketahui, jika posisi Kepala Bidang Dikdas tersebut dulunya diisi oleh Darmin yang kini telah pensiun. Sementara Abdul Malik sebelumnya adalah Kasi Sarana dan Prasarana yang dimana, masih bagian dari lingkup Bidang Pendidikan Dasar di Disdikbud Pinrang.

Bagikan berita ini:
9
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar