LBH Muslim Bersurat ke 2 Lembaga Negara, Minta Terduga Teroris di Makassar Dibebaskan

Rabu, 2 Juni 2021 16:03

Rumah terduga teroris MT di Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim masih belum diam. Istri dari terduga teroris yang ditangkap pada April 2021 lalu minta segera dibebaskan.

Masa penahanannya sudah lewat 21 hari sejak ditangkap Densus 88, dan status hukum dua terduga teroris itu belum ditentukan penyidik.

Yakni Muslimin dan Wahyudin yang saat ini ditahan di Mapolda Sulsel karena diduga terkait dengan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral pada Maret 2021 lalu.

Direktur LBH Muslim Abdullah Mahir, mengatakan, pihaknya saat ini bersurat ke dua lembaga negara untuk mengadu terhadap suami dari kliennya tersebut.

“Kami baru mengirim surat pengaduan ke Komnas HAM, Komisi 3 DPR RI, dan lain-lain,” kata Mahir saat dikonfirmasi, Rabu (2/6/2021).

Setelah pengaduan telah dilakukan ke dua lembaga negara itu, langkah LBH Muslim selanjutnya mengajukan gugatan praperadilan ke PN Makassar.

Permintaan mereka hanya satu, yakni membebaskan Muslimin dan Wahyudin dari penahanan oleh Densus 88, karena tak cukup bukti sehingga tidak ada kejelasan status hukum terhadap dua orang tersebut.

Lamanya waktu masa penahanan itu, lanjut Mahir, dianggap sudah menyalahi aturan dalam proses penyelidikan. Makanya dia ingin dua kliennya itu dibebaskan melalui jalur praperadilan yang diajukan ke PN Makassar.

“Ini sudah lewat batas waktu. Istri-istri (terduga teroris) juga tidak tahu status suaminya. Makanya kami menduga melanggar aturan,” tegasnya.

Bagikan berita ini:
10
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar