Novel Baswedan Sebut Pelantikan ASN KPK Dipaksakan

Rabu, 2 Juni 2021 09:55

Novel Baswedan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sebanyak 1.271 pegawai KPK resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN). Ini setelah Ketua KPK Firli Bahuri melantik dan mengambil sumpah jabatan ASN baru tersebut di Gedung Juang KPK, Jakarta, kemarin (1/6). Penyidik senior KPK Novel Baswedan menilai, pelantikan pegawai KPK yang beralih status menjadi ASN itu dipaksakan.

”Setahu saya yang memaksakan diri untuk dilakukan pelantikan pada hari ini tanggal 1 Juni 2021 adalah Pak Firli Bahuri. Tidak ada aturan atau norma yang memerlukan pelantikan secara terburu-buru seperti ini,” kata Novel dalam keterangannya, Selasa (1/6). Novel meyakini, ada kepentingan lain di balik pelantikan pegawai KPK menjadi ASN.

Terlebih pelantikan ini dilakukan di tengah polemik 75 pegawai yang tidak memenuhi syarat tes wawasan kebangsaan (TWK). ”Saya menduga upaya memaksakan pelantikan sekarang ini untuk membuat 75 pegawai KPK ini putus asa atau kecewa. Tapi saya yakin tidak terjadi demikian, karena komitmen kawan-kawan 75 orang ini benar-benar untuk menjaga harapan agar tetap bisa berbuat dalam upaya memberantas korupsi, walaupun diadang dengan sedemikian rupa,” sambungnya.

Meski demikian, Novel menyampaikan ucapan selamat kepada 1.271 pegawai KPK yang telah dilantik menjadi ASN. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. ”Semoga kawan-kawan yang telah dilantik bisa tetap menjaga integritas, bekerja dengan profesional dan nilai-nilai kebaikan yang ada di KPK, serta tidak takut dengan intervensi atau gangguan dari oknum-oknum tertentu yang membela kepentingan koruptor,” ungkap Novel.

Bagikan berita ini:
9
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar