Novel Baswedan Tuding Pelantikan Dipaksakan, Firli Mengaku Heran

Rabu, 2 Juni 2021 07:13

penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut, pelantikan pegawai KPK sebagai ASN dipaksakan.

“Setahu saya yang memaksakan diri untuk dilakukan pelantikan pada hari ini tanggal 1 Juni 2021 adalah Pak Firli Bahuri,”

Menurutnya, tidak ada aturan atau norma yang memerlukan pelantikan secara terburu-buru seperti itu.

Sebaliknya, ia meyakini ada kepentingan lain di balik pelantikan pegawai KPK menjadi ASN.

Apalagi pelantikan dilakukan saat polemik terkait 75 pegawai KPK masih terjadi.

“Saya menduga upaya memaksakan pelantikan sekarang ini untuk membuat 75 pegawai KPK ini putus asa atau kecewa,” ujar Novel.

Akan tetapi, ia meyakini bahwa 75 pegawai, termasuk dirinya, berkomitmen dan tetap menjagar harapan agar tetap bisa berbuat dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Walaupun dihadang dengan sedemikian rupa,” sambungnya.

Mantan perwira anggota Polri ini berpesan kepada para pegawai yang dilantik menjadi ASN agar tetap menjaga integritas dan bekerja dengan profesional

“Dan nilai-nilai kebaikan yang ada di KPK, serta tidak takut dengan intervensi atau gangguan dari oknum-oknum tertentu yang membela kepentingan koruptor,” harapnya.

Sementara untuk 75 pegawai, termasuk dirinya, agar tetap kuat, sabar dan konsisten untuk memperjuangkan nilai-nilai kebenaran.

“Sehingga harapan masyarakat untuk tetap berjalan pemberantasan korupsi yang jujur bisa terjaga,” tandasnya.

Bagikan berita ini:
1
8
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar