Persuratan Keliru, Legislatif Berang, Eksekutif Bungkam

Rabu, 2 Juni 2021 22:41

Sekretaris Komisi I DPRD Wajo, Hairuddin.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Hubungan antara eksekutif dan legislatif di Kabupaten Wajo kembali memanas. Anggota DPRD Wajo dibuat geram oleh kelakuan anak buah Bupati Wajo, Amran Mahmud.

Salah satu anggota DPRD Wajo, Hairuddin angkat bicara soal hubungan legislatif dan eksekutif yang kembali memanas. “Senin kemarin kita rapat Bamus, namun ada beberapa poin yang membuat kami naik pitam terkait jalannya rapat,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Wajo itu, Rabu, 2 Juni.

Heru, sapaannya menyebutkan, surat yang dibuat Amran Mahmud ke Sekretariat DPRD Wajo terdapat banyak kesalahan materi.

Surat yang dimaksud adalah surat terkait penjelasan 3 rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang akan dibahas, banyak kesalahan materi.

“Poin paling terpenting kami di DPRD merasa dilecehkan oleh pembuat surat. Surat eksekutif ke DPRD,” katanya.

Bahkan, kesalahan persuratan ini tidak hanya terjadi sekali saja. Sebelumya surat menyurat dua lembaga itu menjadi polemik.

Pernah sekali waktu soal surat penangguhan kredit di awal pandemi. Pernah juga surat Bupati Wajo mengundang “Bupati Wajo”, dan banyak lagi surat-surat yang dinilai melecehkan institusi DPRD Wajo.

“Padahal ini bukan satu kali dilakukan (sudah berkali-kali). Padahal kami selalu menjaga marwah DPRD justru sepertinya mereka tidak menghargai kami,” katanya.

Olehnya, Hairuddin pun meminta Bupati Wajo, untuk mengevaluasi orang-orang yang bertanggungjawab atas keluarnya surat-surat “melecehkan” itu.

Bagikan berita ini:
8
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar