Soal Aset Pemkot, Danny: Begitu Saya Kembali Lagi, Ternyata Sudah Inkrah, Ada Apa Ini

Rabu, 2 Juni 2021 11:39

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemkot Makassar gagal menjaga aset. Bahkan diusir dari lahan yang dikuasainya bertahun-tahun.

Sistem keuangan dan aset Pemkot Makassar berantakan. Laporan keuangannya bermasalah dan aset pun banyak yang lepas. Kekacauan selama 2020 menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 2020 yang dilakukan BPK menjadi bukti hancurnya manajemen keuangan dan aset Pemkot Makassar. BPK mencatat sedikitnya 16 temuan.

Wali kota yang juga akrab disapa Danny itu menyebut, setidaknya ada tiga aset yang baru saja lepas ketika dirinya kembali menjabat wali kota pada awal 2021.

“Kita kalah di BPR (Bank Perkreditan Rakyat, Red). Kita sudah diusir, kemarin. Kita kalah di SD Tello. Di Ruko Makassar Mall, kita juga kalah,” ungkap Danny.

Dia menduga ada oknum yang bermain untuk merancang pengalihan aset Pemkot Makassar. Meski tidak ingin menuduh siapa pun, Danny menilai sepertinya ada unsur membuat pemkot kalah di pengadilan.

“Kenapa begitu? Karena mereka menggugatnya setelah saya selesai (menjabat). Begitu saya kembali lagi, ternyata sudah inkrah. Seperti ada jadwalnya,” katanya.

Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemkot Makassar mengakui hilangnya sebagian aset Pemkot Makassar. Ada objek tanah seluas 8.100 meter persegi yang di atasnya berdiri bangunan SD Inpres Pajjaiang, SD Inpres Sudiang, dan SD Negeri Pajjaiang di Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.

Bagikan berita ini:
6
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar