TWK KPK Tanya Pilih Al-Qur’an atau Pancasila, MUI Merespons: yang Buat Soal Tidak Sehat Otaknya

Rabu, 2 Juni 2021 11:24

Anwar Abbas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – MUI memberikan tanggapanterkait pertanyaan tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK pilih Al-Qur,an atau Pancasila. MUI menilai otak pembuat soal tak sehat.

“Yang buat soal ini tidak punya logika, jadi tidak sehat otaknya, otak orangnya tidak sehat,” kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, Selasa (1/6/2021).

Waketum MUI ini menilai si pembuat pertanyaan itu tidak mengerti Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Penguji TWK, kata Anwar, tidak layak karena pertanyaannya salah.

“Pasal 29 ayat 1 (UUD 45) artinya negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa artinya negara tidak boleh mengabaikan ajaran agama Islam, dalam hal ini adalah kitab suci Al-Qur’an,” jelasnya.

“Menurut saya itu tes (TWK) harus dibatalkan karena pertanyaannya tidak benar, pertanyaannya bertentangan dengan undang-undang Dasar 45,” tegas Anwar.

Menurut Waketum MUI ini, si pembuat pertanyaan pilih Al-Qur’an atau Pancasila hendak memisahkan kehidupan berbangsa dan kehidupan bernegara.

Padahal, Indonesia sendiri punya hukum dasar.

Ia merasa perlu ada tim independen yang menyelidiki dan memeriksa pembuat soal TWK. “Yang buat soalnya diinterogasi oleh tim yang independen termasuk di dalamnya harus ada ulama, karena dia menyerempet mendapat masalah agama,” jelasnya.

Jika terbukti bersalah, maka pembuat pertanyaan pilih Al-Qur’an atau Pancasila harus ditindak segera. Karena kesalahan yang dibuat, nilai Anwar, cukup fatal.

Bagikan berita ini:
1
1
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar