Urus Izin Usaha, Pemilik Warkop di Kelurahan Layang Disuruh Bayar Rp300 Ribu

Rabu, 2 Juni 2021 11:33

ILUSTRASI. Pungli

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelayanan adminstrasi di Kota Makassar masih jauh dari kata bersih. Dugaan Pungutan liar (pungli) masih marak terjadi.

Hal ini dikeluhkan Arniati, pemilik Warung Kopi Doni, Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala. Ia mengaku dimintai sejumlah uang saat mengurus surat rekomendasi usaha dengan nomor: 504/004/KL/V/2021.

Diketahui, surat rekomendasi tersebut sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh Surat Izin Tempat Usaha (SITU).

“Kata lurah biaya administrasi 300 ribu,” kata Arniati menirukan ucapan salah satu staf kelurahan, Rabu (2/6/2021).

Ia mengaku kaget dengan biaya yang harus dibayar. Padahal hanya mengurus surat rekomendasi usaha.”Kenapa mahal sekali?” jawab Arniati dengan nada kaget.

“Tunggu ibu lurah pade, siapa tahu kalau kita nakasih muraki,” kata staf tersebut.

Lantaran kesal dan tak ingin memperpanjang urusan pengurusan, Arniati lantas meminjam uang temannya. “Uangku 200 ribu, uangnya temanku kupinjam sisanya,” sebutnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Lurah Layang Surgawati mengatakan, jika tidak ada biaya administrasi untuk pengurusan rekomendasi usaha.

Hanya saja, dia membenarkan saat Warkop Doni melakukan pengurusan, ada pekerjaan Paving di depan kantor lurah.

“Jadi sebagai pengusaha di wilayah saya minta buat komsumsinya ji pekerja-pekerja di depan kantor kodong,” ujar Surgawati.

“Bisa di liat pekerjaan paving yg depan kantor. Jadi bukan sbg kewajiban pak, kebetulan ji kodong,” lanjutnya.

Bagikan berita ini:
10
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar