Desak Kejari Tetapkan Mantan Direktur PDAM Sinjai Tersangka Kasus Dana Hibah

Kamis, 3 Juni 2021 22:36

IST

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Aliansi Hijau Hitam mendesak Kejaksaan Negeri Sinjai untuk menetapkan Mantan Direktur PDAM Sinjai, Suratman sebagai tersangka. Pasalnya, Suratman dinilai paling bertanggung jawab dalam kasus tindak pidana korupsi dana hibah tahun 2017 sampai 2019 ini.

Penanggung jawab aksi, Saiful mengatakan, adanya biaya sebanyak Rp630 ribu yang dibebankan ke masyarakat dalam pemasangan Sambungan Rumah (SR) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) merupakan tindakan pungutan liar (Pungli).

Alasannya, karena dana hibah yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat sudah mencakup semua biaya yang harus dibayar dalam pemasangan SR. Namun, Suratman kata Saiful malah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang ditanda tangani oleh dirinya sebagai Direktur PDAM terkait tarif sambungan bagi MBR tersebut.

“Harusnya gratis karena sudah ditanggung melalui dana hibah, jadi pungutan itu dilarikan kemana, untuk membiayai apa, apalagi hanya beliau yang menentukan melalui Surat Keputusan (SK),” tegas Saiful, Kamis, (3/6/2021).

Bukan hanya itu, pihaknya turut menyoroti adanya pungutan yang harus dibayar oleh pelanggan baru MBR untuk masa pembayaran dua bulan. Dengan dalih untuk mengantisipasi pelanggan tidak membayar pemakaian air selama dua bulan.

“Apa alasannya melakukan pungutan seperti itu, apakah sudah ada jaminan biaya pemakaian setiap pelanggan itu sama, kalau lebih sedikit pemakaiannya jadi itu uang dipakai untuk apa,” tanya Saiful.

Bagikan berita ini:
2
5
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar