DPR: Pembatalan Haji Bukan Karena Indonesia Berutang ke Pemerintah Saudi

Kamis, 3 Juni 2021 15:57

Ketua Komisi VIII DPR sekaligus Waketum PAN Yandri Susanto. Ilustrasi Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama memutuskan membatalkan penyelenggaraan ibadah Haji 2021 karena pandemi Covid-19 masih berlangsung di Arab Saudi dan negara-negara lain di seluruh belahan dunia.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menag RI Nomor 660 Tahun 2021.

Menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang malanda dunia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

“Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, Pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia,” tegas Menag dalam telekonferensi dengan media di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto menegaskan, tidak benar bahwa keputusan pembatalan Ibadah Haji tahun ini karena ada utang negara Indonesia kepada Arab Saudi seperti pemondokan, katering, dan lain-lain. Politisi PAN itu memastikan dana haji sangat aman.

“Dengan berat hati kami bersepakat penyelenggaraan haji tahun ini kami batalkan. Uang setoran jemaah haji tahun ini akan tetap aman, meski ada opsi pembatalan haji karena virus Covid-19,” tegas Yandri.

Menurutnya, yang paling penting adalah keselamatan calon jemaah haji di mana pandemi Covid-19 masih sangat tinggi dan sampai saat ini pemerintah Arab Saudi belum memperbolehkan penerbangan dari Indonesia ke Jeddah maupun Madinah.

Bagikan berita ini:
9
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar