Jet Tempur Malaysia Halau 16 Pesawat Militer Tiongkok yang Melintas di Lepas Pantai Serawak

Kamis, 3 Juni 2021 17:47

Jet tempur Malaysia dikerahkan untuk mencegat dan melakukan identifikasi visual pesawat militer Tiongkok yang dinilai me...

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR — Manuver Tiongkok memasuki wilayah negara lain kembali terjadi. Giliran Malaysia kena imbasnya. Penyebabnya adalah 16 pesawat militer Tiongkok melintas di wilayah yang diperebutkan kedua negara. Malaysia menganggap Tiongkok telah melanggar kedaulatannya. Namun, Beijing mengaku itu hanya latihan rutin dan mereka tidak memasuki wilayah udara siapa pun.

Pesawat transportasi militer milik People’s Liberation Army Air Force (PLAAF) tersebut melintas di lepas pantai Sarawak, Malaysia, Minggu (30/5). Namun, Royal Malaysian Air Force (RMAF) baru mengungkapkannya kepada publik Selasa (1/6). Pesawat terbang berada dalam formasi taktis in-trail 60 mil laut antara yang satu dan lainnya. Mereka diidentifikasi oleh radar pertahanan RMAF di Sarawak pukul 11.53 waktu setempat.

”Pesawat terbang dalam formasi tersebut menggunakan titik masuk dan keluar yang sama. Mereka lalu berganti arah menuju wilayah udara Beting Patinggi Ali yang penting bagi negara kami,” bunyi pernyataan RMAF seperti dikutip Channel News Asia. Beting Patinggi Ali adalah salah satu terumbu karang di Laut China Selatan, yang menjadi sengketa negeri jiran dengan Negeri Tirai Bambu itu.

Pesawat-pesawat milik Tiongkok itu lantas terbang melalui FIR Singapura sebelum akhirnya masuk wilayah udara zona maritim Malaysia dan FIR Kota Kinabalu. Jarak mereka hanya 60 mil laut dari pantai Sarawak.

RMAF kemudian menyiapkan jet Hawk 208 dari skuadron No 6 dengan status siaga tinggi. Pesawat Tiongkok diminta untuk menghubungi pengontrol di FIR Kota Kinabalu, tapi instruksi tersebut tidak digubris. Mereka tetap melintas sebelum akhirnya menuju wilayah udara nasional. Saat itulah jet tempur Malaysia tersebut dikerahkan untuk mencegat dan melakukan identifikasi visual.

Bagikan berita ini:
7
7
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar