Kasus Suap dan Pencucian Uang, Mantan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia Dituntut 12 Tahun Penjara

Kamis, 3 Juni 2021 20:26

ILUSTRASI. Mantan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno dituntut 12 tahun pidana penjara oleh jaksa pen...

Sejumlah penerimaan itu diberikan agar Hadinoto bersama Emirsyah dan Capt. Agus Wahjudo melakukan intervensi dalam pengadaan di PT Garuda Indonesia. Sejumlah pengadaan pesawat itu berupa pesawat Airbus A330 series, pesawat Aribus A320, pesawat ATR 72 Serie 600 dan Canadian Regional Jet (CRJ) 1000 NG, serta pembelian dan perawatan mesin Rolls-Royce Trent 700 series.

Dia juga diyakini melakukan tindak pidana pencucian uang (TPU). Jaksa menyebut TPPU dilakukan Hadinoto dalam kurun waktu 2011-2016 terkait pengadaan pesawat.

Hadinoto menyembunyikan uangnya dengan cara mentransfer ke anggota keluarganya. Hadinoto membuka 8 rekening Standart Chartered Bank di Singapura atas nama dirinya sendiri. Melalui rekening-rekening itu, Hadinoto mentransfer uang secara bertahap hingga totalnya senilai SGD 1.095.000

Hadinoto dituntut terbukti melanggar Pasal 12 huruf a UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP. Sementara atas sangkaan pencucian uang, Hadinoto diyakini melanggar Pasal 3 UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
1
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar