Pembatalan Haji 2021 Diisukan karena Utang, Menag Sebut Hoaks dan Berita Sampah

Kamis, 3 Juni 2021 18:40

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Dery Ridawansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa kebijakan yang diambil oleh pemerintah atas pembatalan keberangkatan ibadah haji 1442 H bukan soal utang. Seperti diketahui beredar informasi bahwa pembatalan tersebut akibat utang Indonesia terhadap Arab Saudi.

Menag menyampaikan bahwa berita tersebut adalah hoaks atau palsu. Bahkan, dia sendiri mengatakan jika berita tersebut adalah sampah karena menyampaikan sesuatu yang tidak benar.

“Indonesia tidak punya uang utang atau tagihan yang belum dibayar yang terkait haji. Jadi info soal tagihannya belum dibayar itu 100 persen hoaks atau berita sampah semata,” ujar Menag dalam telekonferensi pers, Kamis (3/6).

Sekali lagi, Menag menegaskan untuk tidak mempercayai informasi tersebut. “Jadi tidak usah dipercaya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto juga memperjelas bahwa informasi yang mengatakan Indonesia membatalkan keberangkatan ibadah haji karena memiliki utang kepada Saudi tidak benar. “Tidak benar kalau ada pihak yang mengatakan bahwa keputusan membatalkan haji ini karena ada utang negara Indonesia ke Arab Saudi seperti pemondokan, catering dan lain-lain,” ucapnya.

Yandri pun meminta agar para jamaah haji yang batal berangkat untuk tetap tenang dalam menyikapi hal ini. Khususnya soal nasib uang setoran berangkat ke Tanah Suci.

“Jamaah haji tidak perlu risau, tidak perlu gundah gulana karena pembatalan ini. Intinya uang yang bapak ibu setorkan itu sangat aman,” pungkasnya. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
5
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar