Selain Agung Sucipto, Tiga Kontraktor Ini Pernah Berikan “Sesuatu” kepada NA

Kamis, 3 Juni 2021 21:03

Suasana persidangan di PN Makassar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus tindak pidana korupsi pembangunan infrastruktur Sulsel terus berlanjut. Bahkan sudah memasuki sidang ketiga dengan agenda pemeriksaan saksi kedua.

Salah satu dari lima saksi yang dipanggil adalah mantan ajudan Gubernur Sulsel non-aktif Nurdin Abdullah (NA), Syamsul Bahri.

Di hadapan hakim, Syamsul Bahri membeberkan nama-nama kontraktor yang pernah memberikan uang ke NA. Di luar Agung Sucipto yang saat ini sudah berstatus tersangka.

Ketiga kontraktor tersebut, adalah Robert, Haeruddin, dan Ferry Tenriadi.

Saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Syamsul Bahri mengaku mengenal deretan kontraktor ini. Setelah pernah bertemu sebelumnya.

“Iya kontraktor, saya kenal setelah pak Nurdin jadi gubernur. Mereka datang ke kantor gubernur, di situlah saya diperkenalkan,” ujarnya.

Melalui tangan Syamsul Bahri, uang Robert kemudian diserahkan ke NA. Bahkan uang tersebut diserahkan di rumah jabatan Gubernur dengan wadah kardus.

“Pak Robert pernah menghadap ke NA di rujab (rumah jabatan). Lalu setelah Pak Robert pergi, saya lalu diperintahkan oleh Pak Gub untuk menemui Robert di parkiran Rujab,” jelasnya.

Sementara, Kontraktor lain bernama Haerudin memberikan uang di rumahnya. Robert yang patuh pada pimpinan ini disuruh datang di kediaman Haeruddin awal tahun 2021.

“Saya temui di rumahnya (Haeruddin), di pettarani keesokan harinya. Setelah itu ia mengatakan ada titipan, dan saya bawa ke Rujab, dan saya simpan di ruang kerjanya,” katanya

Meski tak tahu pasti isinya, Syamsul Bahri memprediksi uang tersebut mencapai angka Rp1 miliar. “Saya tidak tahu persis isinya, tapi saya perkirakan 1 miliar, karena besar kardusnya hampir sama,” jelasnya.

Penyerahan Ferry Tenriadi dan NA sendiri, menurut Syamsul juga memiliki pola yang sama.”Juga sekitar Januari – Februari. Tidak berjauhan dari ketemunya dengan Pak Haeruddin. Saya bertemu di rumahnya, sama saja, dia mengatakan ada titipannya Pak Gubernur,” katanya.

“Tapi saya ambil esok harinya, dan saya serahkan ke ruang kerja Pak Gub,” sambungnya.

Selain itu, Syamsul juga membeberkan bahwa NA pernah menerima uang dari Haji Momo, di awal Januari 2021.”Tapi saya tidak tahu persis jumlahnya, karena berupa amplop saja, saya tidak bisa perkirakan karena tipis,” tutupnya.

Diketahui, ada 5 saksi yang diperiksa, yaitu Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman, Kepala Dinas PUTR Pemprov Sulsel Rudy Djamaluddin sekaligus selaku mantan Pj Wali Kota Makassar.

Sementara tiga saksi lainnya yaitu, Syamsul Bahri selaku mantan ajudan NA, Salman Natsir selaku mantan ajudan NA, dan Eddy Jaya Putra selaku mantan Kabid Bina Marga PUTR Pemprov Sulsel.

Sidang dipimpin oleh Hakin Ketua Ibrahim Palino, didampingi dua Hakim Anggota, yaitu M Yusuf Karim dan Arif Agus Nindito.

Sementara, Agung Sucipto hadir melalui zoom dari Lapas Klas IA Makassar, didampingi tiga kuasa hukumnya di PN Makassar, yaitu M Nursal, Bambang, dan Fernando Manulang.

Dan bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu, M Asri Irwan, Siswandono, dan Tri Handayani. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
2
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar