23 Aset Pemkot Makassar Jadi Incaran para Mafia Tanah

Jumat, 4 Juni 2021 13:55

Gedung dan lokasi SD Panjaiang Sudiang yang kini dalam sengketa.

Tak Bersertifikat, Terancam Dicaplok

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –– Sekitar 30 persen dari 900 aset Pemkot Makassar belum bersertifikat. Dari jumlah itu ada 23 aset yang rawan lepas.

Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Muhammad Rachmat Azis mengatakan, kekalahan Pemkot Makassar terhadap sejumlah aset yang sebelumnya dikuasai, akibat lemahnya dokumen kepemilikan.

Selama ini, aset-aset hanya sebatas dicatat, kemudian mendirikan bangunan di atasnya. Aset itu lantas digugat tanahnya.

“Banyak aset tidak dilengkapi dokumen. Boleh jadi dokumennya hilang. Tidak bisa dideteksi kembali, karena rata-rata bangunan lama sejak tahun 70-an. Beginilah jadinya,” kata Rachmat.

Menurut Rachmat, salah satu faktor aset pemkot bermasalah adalah manajemen pengarsipan aset yang tak tertata dengan baik. Ketika terjadi klaim atas aset, barulah dokumen pendukung ditinjau.

Aset yang berusia lebih dari sepuluh tahun kerap menuai masalah. Tak hanya masalah lahan, kendaran milik pemkot juga banyak yang tak memiliki BPKB.

“Kalau kita cari sumber masalahnya, banyak. Misalnya, unit kerja yang menangani aset juga berubah-ubah. Dahulu di Bagian Perlengkapan, sekarang berpindah ke BPKAD,” katanya.

Pejabat yang berganti karena mutasi maupun pensiun juga berpengaruh. Dia mencontohkan pembebasan lahan yang sebelumnya di Bagian Pemerintahan, berubah menjadi Bagian Pertanahan.

Pengarsipan aset lama yang tak tertata membuat beberapa dokumen tercecer atau hilang. Kata Rachmat, saat ada lahan pemkot yang dicaplok pihak lain, pihaknya cukup kelimpungan.

Bagikan berita ini:
4
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar