Anggaran Rehabilitasi RS Sayang Rakyat Bermasalah, Ada Kelebihan Bayar Rp808 Juta

Jumat, 4 Juni 2021 13:24

Prof H. M Nurdin Abdullah, saat meninjau ruang isolasi di RSUD Sayang Rakyat, Jumat, 27 Maret 2020.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sebuah kejanggalan dalam pengelolaan Rumah Sakit Sayang Rakyat yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Temuan ini tertuang dalam LHP nomor 65/LHP/XIX,MKS/12/2020 terkait Refocusing dan Realokasi APBD 2020 Pemprov Sulsel dalam rangka Penanganan Pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil penilaian BPK terhadap proses pengadaan barang dan jasa bidang kesehatan telah ditemukan kelebihan pembayaran sebesar Rp808.789.050,98 (juta).

Anggaran ini digunakan untuk belanja rehabilitasi gedung perawatan pasien Covid-19 dan belanja pembangunan gedung skrining di Rumah Sakit Sayang Rakyat.

Penganggaran ini nyatanya tidak sesuai dengan perhitungan pengadaan barang dan jasa yang ada. Ketidaksesuaian perhitungan harga terjadi pada pekerjaan Lantai Vinyl (koridor dan ruang perawatan) dan pembangunan Gedung Skrining.

Ketidak sesuaian perhitungan yang tertinggi terdapat pada pekerjaan Lantai Vinyl (koridor dan ruang perawatan) sebesar Rp423.244.152,29 (juta).

Kelebihan pembayaran ini terjadi dikarenakan kesalahan penginputan harga ongkos kirim Vinyl di RAB sebesar Rp55.000,00 perkilonya, dimana harga ongkos kirim yang sebenarnya adalah Rp5.500,00.

Sedangkan kelebihan pembayaran terjadi juga pada pembangunan Gedung Skrining sebesar Rp59 juta.

Selain kelebihan bayar, kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp92.886.956,04 pada pekerjaan Vinyl dan Capping juga ikut disoroti. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
5
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar