Data BPJS Bocor, Peretas Kotz Pernah Cari Data Indonesia Tahun Lalu

Jumat, 4 Juni 2021 13:59

lustrasi hacker (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jejak hacker atau peretas Kotz dalam upaya mencari data kependudukan terus terungkap. Direktur BPJS Kesehatan Ali Ghufron mengungkap fakta bahwa Kotz pernah berupaya meminta data warga negara Indonesia di forum hacker.

Ali menuturkan, permintaan itu disampaikan pada Februari 2020 di forum hacker, raidforums.com.

Permintaan tersebut ditulis dalam bahasa Inggris: I need Indonesian data (Saya butuh data [warga negara] Indonesia). ”Untuk kebutuhan apa saat itu, tidak diketahui,” paparnya.

Barulah pada 2021 ini diketahui bahwa Kotz kemudian menjual data kependudukan warga Indonesia di platform yang sama. BPJS Kesehatan sudah berupaya menemukan di mana sumber kebocorannya. ”Ada tim dengan jumlah 20 orang yang menganalisis. Itu jumlah pasukannya,” terangnya.

Menurut Ali, memang ada kesulitan tersendiri dalam menjaga keamanan data. Terdapat forum peretas yang secara bebas berbagi ilmu pengetahuan, pengalaman, dan trik dalam menjebol sistem. ”Para hacker saling berbagi,” ujarnya.

Dengan begitu, sebenarnya tim yang bertugas untuk menjaga keamanan data itu berlomba dengan para hacker tersebut. Siapa yang paling maju dalam upaya masing-masing. ”Kalau yang menjaga data lebih maju, aman. Kalau sebaliknya, bisa jebol,” katanya.

Sementara itu, Kanit II Subdit II Dittipid Siber Bareskrim AKBP Idam Wasiadi menuturkan, sebenarnya inti kasus kebocoran data itu adalah tindakan yang cepat untuk menangkap pelakunya. ”Penangkapan terhadap pelaku akan membuat efek jera terhadap hacker yang lain,” paparnya.

Untuk bisa menemukan pelaku, jelas diperlukan seorang penyidik yang andal. Dengan begitu, pelakunya dapat diketahui dengan cepat dan kasus tersebut tidak berlarut-larut. ”Ini yang diperlukan,” terangnya kepada Jawa Pos.

Di sisi lain, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan, Polri terus berupaya mengumpulkan informasi terkait dengan dugaan kebocoran data BPS Kesehatan. ”Pelakunya dalam proses pencarian,” katanya.

Pejabat BPJS Kesehatan serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah dimintai keterangan. Nanti penyidik menentukan langkah selanjutnya. ”Semua akan diketahui,” ujarnya. (JPC)

Bagikan berita ini:
6
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar