Dosen hingga TNI-Polri Banyak Terpapar Radikalisme, Gus Nadir: kenapa Justru KPK yang jadi Target ‘Pembersihan’?

Jumat, 4 Juni 2021 09:40

Gus Nadir

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Cendekiawan muslim Nadirsyah Hosen atau yang akrab disapa Gus Nadir mengaku heran dengan isu radikal dan taliban yang dialamatkan ke pegawai KPK yang tak lolos TWK.

Menurutnya, persoalan radikalisme bukan hanya terjadi di KPK. Tapi juga banyak terjadi di lingkungan pendidikan, kementerian hingga TNI-Polri.

“Sudah banyak data yang mengindikasikan guru dan dosen, jajaran kementrian dan BUMN bahkan anggota TNI/Polri yang terpapar radikalisme,” kata Gus Nadir dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Jumat (4/6/2021).

Dosen yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Monash, Australia itu pun mengungkapkan harusnya mereka juga dites TWK ulang.

“Kenapa bukan mereka yg disasar TWK suruh tes ulang? Kenapa justru KPK yang jadi target ‘pembersihan’ dari kadrun/taliban? Ayoooo kenapaaaa???,” ungkapnya.

Seperti diketahui, 75 pegawai KPK dinyatakan tak bersyarat dilantik sebagai ASN setelah gagal TWK. Kendati demikian, pimpinan KPK meralat 51 diantaranya masih bisa dibina dan sisnya 24 masuk kategori merah.

Dari 75 orang ini, mereka adalah penyidik yang memilik rekam jejak mentereng dalam pengungkapan kasus korupsi. Mulai dari kasus bansos, suap benur lobster hingga mafia kasus di KPK sendiri. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
2
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar