Implementasi Insentif Pajak Pemulihan Dunia Usaha Harus Merata Hingga ke Daerah

Jumat, 4 Juni 2021 17:54

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menteri Keuangan Sri Mulyani akan tetap memberikan insentif pajak pada 2022 untuk mendukung pemulihan dunia usaha yang terdampak pandemi Covid-19.

Meski memang sejumlah sektor usaha telah bangkit, namun tak sedikit pula yang masih terseok-seok memulihkan keuangannya. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan pandemi serta kemampuan sektor usaha untuk pulih berbeda-beda.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan, Yusran IB Hernald menilai langkah pemerintah yang akan terus memperhatikan kinerja dunia usaha di tengah pandemi Covid-19 merupakan kebijakan positif dan patut didukung.

“Saya kira ini hal yang sangat bagus yang dilakukan pemerintah terhadap pengusaha yang terdampak Covid-19,” ujar Yusran kepada fajar.co.id, Jumat (4/6/2021).

Namun Apindo Sulsel memberi catatan dalam pelaksanaannya harus betul-betul menyentuh hingga ke tingkat daerah. Pasalnya, menurut pengalaman sebelumnya, dana PEN Sulsel saja serapannya jauh dari harapan.

“Namun demikian implementasinya harus betul-betul sampai ke daerah dan ke bawah karena pengalaman PEN Sulsel hanya menyerap sampai 37 persen saja dikarenakan masih ada ketakutan bank terhadap kondisi-kondisi buruk yang akan dihadapi pengusaha sehingga program ini menjadi mubazir,” bebernya.

Oleh sebab itu ia berharap bantuan insentif termasuk pengurangan pajak selanjutnya bisa dinikmati oleh kalangan dunia usaha yang terdampak dan merugi.

Diketahui, pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp56,7 triliun untuk memberikan berbagai insentif pajak kepada dunia usaha. Angka itu masuk dalam program penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang nilainya mencapai Rp699,43 triliun.

Bagikan berita ini:
7
10
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar