Ritel Modern Wajib Waralaba, Jika Gerai Lebih dari 150 Unit

Jumat, 4 Juni 2021 09:30

Ilustrasi waralaba

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah menetapkan aturan ritel modern wajib waralaba apabila telah memiliki 150 gerai. Artinya peritel kini wajib menjalankan skema kemitraan karena dianggap bisa membuka kesempatan kepada masyarakat untuk berinvestasi di bidang ritel.

Kewajiban tersebut tertuang dalam Pasal 10 Peraturan Menteri Perdagangan No. 23/2021 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan, dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan yang mulai berlaku pada 1 Mei 2021.

Ketua Asosiasi Suplier Toko Modern (Astom) Sulsel, Makmur Mingko mendukung kebijakan agar ritel besar dapat menjalin kemitraan dengan masyarat atau konsep franchise.

“Menurut saya bagus sebab kebijakan ini bisa mendorong terciptanya pengusaha baru di daerah. Franchise kan bagi hasil, hasilnya dibagi sesuai kesepakatan,” ucapnya di Makassar, Kamis (3/6/2021).

Dia menilai terkadang masyarakat di daerah memiliki lahan namun seringkali bingung untuk menggunakan lahan mereka. Ketika ada konsep franchise, maka masyarakat tadi bisa mendapatkan peluang bisnis baru.

“Ini bisa mendorong lahirnya pebisnis baru di daerah. Bisnis ritel itu bagus sebab kebutuhan masyarakat dijual disitu,” tekannya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan penerbitan aturan ini dilatarbelakangi oleh keinginan pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai bidang usaha, termasuk ritel modern.

“Pada dasarnya penyedia ritel modern tidak dibatasi untuk mengembangkan usahanya, tetapi setelah jumlahnya 150, maka wajib mengembangkan melalui kemitraan dengan masyarakat yang berminat,” kata Oke.

Bagikan berita ini:
9
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar