Tak Hadiri Paripurna, Kopel Sebut Anggota DPRD Bulukumba Pengkhianat Rakyat

Jumat, 4 Juni 2021 17:07

Suasana rapat paripurna yang akhirnya ditunda. (FOTO: AKBAR WAHYUDI/FAJAR)

FAJAR.CO.DI, BULUKUMBA — Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba menyebut sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba pengkhianat rakyat.

Hal tersebut dikarenakan, beberapa anggota DPRD Bulukumba tidak menghadiri Rapat paripurna penyerahan tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang rencananya dilaksanakan Kamis malam, 3 Juni 2021.

Akibatnya, rapat paripurna ditunda hingga tiga hari lamanya, sebagaimana dalam pasal 156 ayat 3, tata tertib (Tatib) DPRD Bulukumba, kegiatan paripurna tidak boleh dilaksanakan jika kurang dari 50 persen plus 1 atau 21 orang.

Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba, Jaffar mengatakan bahwa agenda paripurna adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di DPRD.

Ada banyak hal yang bisa disampaikan anggota DPRD, termasuk penyerahan tiga Ranperda yang nantinya akan mengatur dan menyejahterakan rakyat.

“Mereka (DPRD,red) harusnya tidak boleh beralasan untuk tidak hadir, karena ditetapkannya setiap kegiatan telah disepakati oleh mereka sendiri melalui negosiasi dari perwakilan setiap fraksi,” kata Jaffar.

Sehingga, ketidakhadiran mereka, katanya, bisa dikategorikan pengkhinatan anggota DPRD terhadap mandat rakyat, karena mengabaikan tugas untuk memperjuangkan masyakarakat lewat forum-forum di DPRD termasuk yang paripurna yang tertunda itu.

“Ini tidak bisa terulang, harusnya setiap ketua partai politik harus memberi teguran pada anggota DPRD-nya. Gara-gara ini paripurna tertunda, banyak agenda lain pasti tertunda.

Sekadar diketahui, Rapat Paripurna tersebut mengagendakan penyerahan 3 buah Ranperda.

Dalam paripurna, Ketua DPRD, Rijal mengatakan, hanya 16 orang saja anggota DPRD yang hadir.

“Kita tunda dan akan jadwalkan paling lambat tiga hari,” kata Rijal.

Padahal, jadwal kegiatan paripurna tersebut telah disampaikan melalui Badan Musyawarah (Bamus).

“Kami di pimpinan bersama Badan Musyawarah (Bamus) telah mengundang untuk hadir di kegiatan ini pukul 20.00 Wita namun tidak kuorum sehingga ditunda,” kata legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bulukumba tersebut.

Rijal mengatakan, ada beberapa anggota DPRD yang tak hadir beralasan sakit, ada pula yang berada di luar kota.

Akibatnya 60 pack makanan yang disiapkan untuk anggota DPRD dan 3 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) banyak tersisa.

Hanya beberapa tetamu dan anggota Satpol-PP yang terpaksa dipanggil untuk menghabiskan makanan tersebut.

“Malam ini kita pesan 60 pack, satu pack itu harganya Rp30 ribu dan kembali akan dianggarakan pada kegiatan selanjutnya,” kata Sekretaris DPRD Bulukumba, Andi Buyung Saputra. (akb)

Bagikan berita ini:
2
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar