Temuan Kerugian Rp808 Juta, Direktur RS Sayang Rakyat: Sementara Dikembalikan

Jumat, 4 Juni 2021 13:43

Prof H. M Nurdin Abdullah, saat meninjau ruang isolasi di RSUD Sayang Rakyat, Jumat, 27 Maret 2020.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp808 juta di Rumah Sakit Sayang Rakyat jadi sorotan.

Direktur Rumah Sakit Sayang Rakyat, Haeriyah mengatakan, temuan dari BPK tersebut merupakan kesalahan dari pihak kontraktor. Sehingga, yang mesti bertanggung jawab melakukan pengembalian adalah pihak kontraktor.

Ia mengungkapkan, selama ini pihaknya senantiasa didampingi oleh pihak Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

“Itu sudah ditangani BPK, sudah keluar LHP-nya. Kan sudah dikerjakan kemudian dibayar, kami didampingi APIP saat itu berlangsung. Tapi menurut BPK ada kelebihan, makanya harus ada pengembalian dana. Itu sementara dikembalikan (kontraktor),” katanya, Kamis, (3/6/2021).

Kendati demikian, ia mengakui, pengerjaan gedung Infection Centre tanpa melalui proses lelang. Menurutnya, ini dibolehkan karena berhubungan dengan pandemi covid-19.

Terpisah, Plt Kepala Inspektorat Sulsel, Sulkaf S Latief menyebutkan, temuan dari BPK itu sebelum ia menjabat di Inspektorat. Ia mengakui ada beberapa OPD yang belum menyelesaikan rekomendasi seperti Dinas Kesehatan dan RS Sayang Rakyat.

“Lagi saya kumpulkan datanya, sudah ada beberapa yang ditindak lanjuti, sudah ada OPD yang selesai, tapi ada juga yang belum. Itu lagi saya buat laporannya ke Wagub,” ujar Sulkaf.

Sebelumnya dalam LHP nomor 65/LHP/XIX,MKS/12/2020, hasil penilaian BPK terhadap refocusing dan realokasi APBD 2020 Pemprov Sulsel dalam rangka Penanganan Pandemi Covid-19, ditemukan sejumlah potensi kerugian negara.

Bagikan berita ini:
8
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar