Anggota DPRD Sulsel Plesiran ke Bali, Katanya Kunjungan Kerja

Sabtu, 5 Juni 2021 18:39

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sulsel. (Ilustrasi)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jajaran anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel kini sedang plesiran di Pulau Dewata Bali. Mereka tak sendiri, keluarga juga ikut dibawa.

Tak hanya di Bali, ada pula yang berkunjung ke Surabaya, sejak Kamis, 4 Juni 2021 lalu. Totalnya 43 anggota yang plesiran pada akhir pekan ini. Aktivitas itu dilakukan dewan di tengah kondisi keuangan Pemprov yang masih difokuskan untuk menangani pandemi Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Darmawangsyah Muin, menuturkan, ada agenda kunjungan kerja yang dilakukan oleh anggota Banggar dalam rangka konsultasi terkait pengelolaan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Jadi konsultasi banggar dilakukan untuk membandingkan bagaimana pengelolaan PEN pada Provinsi tersebut dan bagaimana pengelolaan PEN di Sulsel. Hal itu mesti dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan.

“Jangan sampai kita salah menganggarkan, kalo orang lain yang salah kita benar alhamdulillah tapi kalo kita yang salah orang lain benar,” ujarnya, kepada Fajar, Jumat, 4 Mei 2021.

Pemerintahan memang harus ada perbandingan agar dapat diketahui letak kekurangan terhadap apa yang dikerjakan. Tidak menutup kemungkinan dua Provinsi tersebut juga akan melakukan kunjungan ke Sulsel.

“Kenapa kita kunjungi Provinsi Bali dan Jawa Timur karena mereka juga menerima PEN. Jadi kita bisa berbagi dengan mereka. Nanti setelah itu Surabaya akan berkunjung ke kita juga melihat apa yang kurang dan lebih,” katanya.

Sekretaris DPRD Sulsel, M Jabir mengatakan, kunjungan ini hanya dalam rangka penguatan saja. Ada total 43 anggota yang keluar. Baik di Bali dan Surabaya. Semuanya, kata dia, menjadi tanggungan negara.

Menurutnya, ini sudah menjadi agenda rutin pemerintah. Kalau pun ada yang membawa keluarga, baginya tak masalah. Tetapi, negara hanya menanggung perjalanan anggota saja. Tak menanggung yang lainnya.

“Ini kan bagian dari pendalaman. Makanya dikunjungi provinsi yang kira-kira bisa menjadi pusat studi banding. Kalau ada yang bawa keluarga itu urusan pribadi anggota. Tidak ditanggung negara juga,” tambahnya. (Saeful/FAJAR)

Bagikan berita ini:
4
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar