Bukan Takut, Ternyata Ini Alasan Firli Bahuri Tak Hadiri Undangan Debat dengan Giri

Sabtu, 5 Juni 2021 07:23

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengakui telah menerima undangan debat terbuka terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) dari Indonesia Corruption Watch (ICW).

Debat terbuka itu seharusnya dilakukan antara Ketua KPK Firli Bahuri dengan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono.

“KPK benar menerima undangan debat terbuka Wawasan Kebangsaan dari Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi pada 3 Juni 2021,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (4/6).

Akan tetapi, Ali menyatakan, pihaknya telah merespons surat undangan tersebut.

Bahwa, sejak awal pihaknya enggan menghadiri debat terbuka dengan Giri Suprapdiono, pegawai KPK yang juga termasuk dalam 75 orang tidak lulus TWK.

“Kami telah merespons surat tersebut bahwa Ketua KPK tidak bisa memenuhi undangan tersebut karena ingin mengakhiri polemik di ruang publik terkait dengan alih status pegawai KPK menjadi ASN,” ucap Ali.

“Sesuai dengan undangan yang tercantum, debat publik dilaksanakan di pelataran gedung Merah Putih KPK yang merupakan area publik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono mempertanyakan sikap keberanian Ketua KPK Firli Bahuri yang tidak hadir dalam debat terbuka terkait polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Dia menyebut, Firli tidak punya keberanian untuk melakukan debat terbuka terkait polemik TWK yang mengakibatkan 75 pegawai tidak dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bagikan berita ini:
2
5
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar