Ceramah di Hadapan Ganjar Pranowo, Ustad Das’ad Latif Beri Dua Resep Agar Sukses Jadi Pemimpin

Sabtu, 5 Juni 2021 13:58

Ustaz Das'ad Latif

FAJAR.CO.ID, SEMARANG — Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tak mampu menahan tawa mendengar ceramah Ustad Das’ad Latif. Ganjar terlihat menangis mendengar ceramah ustad ini.

Penceramah asal Pinrang, Sulsel ini berhasil membuat Ganjar sampai menangis dan tertawa-tawa.

Ustad Das’ad sengaja diundang untuk mengisi Tausiah Kebangsaan yang digelar di gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (4/6/2021).

Acara ini digelar dengan protokol kesehatan ketat serta dilaksanakan daring.

Gaya tegas khas Makassar yang dibawakannya berhasil membuat pesan-pesan yang disampaikan begitu mengena.

Selain itu, humor yang disampaikan juga berhasil membuat semua jemaah tertawa.

Misalnya saat Ustaz Das’ad menceritakan tentang pentingnya bersyukur. Manusia harus banyak bersyukur karena diberi tubuh yang sempurna.

Apalagi Aparatur Sipil Negara (ASN), semuanya harus bersyukur karena meski pandemi tidak ada yang diberhentikan.

“Bersyukur itu penting, apapun itu kita harus bersyukur. Saya kasih contoh, kita diberi telinga, tanpa latihan, dia bisa membedakan mana suara gubernur, mana suara pak wakil gubernur.

“Kita diberi mata, coba kurang hebat apa. Tanpa latihan, dia sudah bisa membedakan mana istri sendiri dan mana istri tetangga,” katanya.

Lelucon-lelucon yang disampaikan Ustaz Das’ad itu berhasil membuat Ganjar Pranowo dan seluruh jemaah yang hadir sampai terpingkal-pingkal.

Tampak Ganjar sesekali mengambil tisu yang ada di depannya untuk menyeka air mata.

Dari ceramah singkatnya itu, ada dua poin penting yang disampaikan Ustaz Das’ad, yakni tentang bagaimana menjadi orang baik.

Mau jadi orang biasa, pejabat, atau siapapun, tugas manusia hanya bersabar dan memperbaiki salat.

“Apalagi jadi pemimpin seperti Pak Ganjar ini, harus banyak-banyak sabar. Kalau tidak bisa stress Pak. Gimana tidak, tiap hari di-bully terus sama orang yang tidak suka. Bapak harus sabar, jangankan Bapak yang gubernur banyak prestasinya, security aja sering di-bully kok,” katanya.

“Jadi Bapak santai saja. Kecil itu masalah-masalah yang sekarang dihadapi Bapak,” ucapnya.

Tak hanya pemimpin, menurutnya, semua orang juga harus meningkatkan kesabaran. Apalagi saat pandemi seperti sekarang ini, semuanya harus sabar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ustad Das’ad juga mengajak semua umat untuk memperbaiki ibadah kepada Tuhan. Kalau umat Islam, maka diminta memperbaiki salatnya.

“Resepnya hanya dua itu, sabar dan perbaiki salat. Sama satu lagi pesan saya, jangan sekali-kali termakan informasi hoaks,” pungkasnya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan awalnya tak ada rencana mengundang Ustaz Das’ad.

Namun, ketika mendengar beliau ada acara di Semarang dan ingin bertemu dengannya, maka Ganjar sekaligus mengundang untuk mengisi tausiah.

“Beliau pas di Semarang dan mau ketemu saya, jadi saya minta sekalian isi tausiah. Dan yang disampaikan beliau itu bagus banget. Blak-blakan, tidak ada yang disembunyikan. Betul-betul gaya Makassar banget,” ucapnya.

Selain itu, pesan-pesan yang disampaikan juga sangat cocok dengan budaya kerja yang dilakukan di Pemprov Jateng. Di antaranya reform layanan publik, tidak korupsi, selalu berintegritas dan lainnya.

“Maka tadi disampaikan, semua harus bersyukur dengan apa yang dimilikinya saat ini. Jadi ASN contohnya, harus bersyukur dengan cara melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Kalau mau naik jabatan tidak perlu cari muka, perbaiki saja kinerjanya. Jadi cocok saya,” tegasnya.(pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
7
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar