Pasca Pemukulan, Warga dan PDAM Makassar Saling Lapor ke Polisi

Sabtu, 5 Juni 2021 18:15

Peristiwa penganiayaan. (Screenshot)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aksi penganiayaan yang dilakukan oleh pegawai PDAM Makassar terhadap warga Kompleks PDAM Makassar, berujung pada saling lapor melapor ke polisi.

Hal itu terjadi pasca beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan pegawai PDAM memukul warga yang emosi, lantaran akses perumahan miliknya kerap dilalui oleh truk untuk proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) dekat rumahnya, yang hanya sampai pukul 18.00 WITA saja.

Kabag Humas PDAM Makassar, Anugrah Alkauzar, mengatakan, pihaknya juga melaporkan kejadian ini ke polisi, karena merasa tak terima setelah salah satu direkturnya dihina oleh warga yang telanjur emosi karena masalah tersebut.

“Kami sudah melapor ke polisi. Persoalan pemukulan itu terjadi karena ada karyawan yang tersinggung karena warga di lokasi memancing emosi, bahwa salah satu direksi kami disinggung-singgung,” katanya, Sabtu (5/6/2021).

Dia membenarkan, bahwa beberapa hari sebelumnya, ada truk pengangkut pasir yang melintas di pemukiman warga di atas pukul 18.00 WITA, dan menggangu waktu istirahat mereka.

Warga kompleks PDAM Makassar pun kesal dan muak. Hingga pada Rabu (2/6/2021), mereka mengamuk kepada pekerja proyek RTH yang juga merupakan bagian dari PDAM Makassar.

Menurut Anugrah, truk tersebut bukanlah milik proyek RTH, melainkan milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar yang saat itu sang sopir mencari kantor Damkar. Namun justru masuk ke pemukiman warga.

Bagikan berita ini:
9
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar